Sembelit Dapat Mengakibatkan Kematian Mendadak?

Dikutip dari buku Makan Sekali Sehari, Dr. Yoshinori Nagumo, penerbit Qanita

“… Sebelumnya saya memang sudah menderita sembelit yang cukup parah. Saat mengejan ketika buang air besar. saya sering mengalami aritmia*. Sembelit memang berkaitan dengan aritmia.

Ketika sembelit, aliran darah ke kepala akan meningkat. Kemudian, otak menerima sinyal untuk menurunkan aliran darah ke jantung agar kembali seimbang. Mekanisme ini disebut refleks valsava**. Oleh karena itulah, mengejan sering membuat detak jantung menjadi tidak beraturan. Terkadang, gejala tersebut dapat berlangsung sepanjang hari.

Aritmia akan mengakibatkan sesak napas sehingga tekanan darah menurun. Terkadang, penderitanya dapat merasa pusing, bahkan jatuh pingsan, di dalam toilet. Akan tetapi, dampak yang lebih parah – yaitu gagal jantung atau penyakit jantung koroner – dapat terjadi jika pembuluh darah di jantung tersumbat. Peristiwa yang sama dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah di otak dan paru-paru.

Ketiganya dapat mengakibatkan kematian mendadak ketika kita sedang berada di dalam toilet. …”

*Aritmia: gangguan irama denyut jantung.
**Refleks valsava: disebut juga valsava manoeuvre, dibagi menjadi 4 fase. Peristiwa di atas adalah fase ke-2, yaitu terhambatnya pengembalian darah ke jantung akibat tekanan di dalam dada. Hal ini menyebabkan darah keluaran jantung berkurang hingga pada gilirannya menurunkan tekanan darah.

ULASAN WIED HARRY:
Jalan pintas secara alami untuk mengatasi sembelit adalah dengan mengonsumsi daging daun lidah buaya Aloe vera, yang mengandung zat pencahar alami. Cara termudah: Potong 8-10 cm daun lidah buaya, kupas kulitnya. Potong-potong bagian daging daun tersebut, cincang dengan garpu. Bubuhi madu alami seperlunya saja (sekadar tidak hambar), habiskan sekaligus ketika perut kosong atau 30 menit sebelum makan.

Cara paling dianjurkan adalah meningkatkan konsumsi buah-buahan segar dan sayur-sayuran segar – terutama sayur-segaran segar mentah (karena masih memiliki struktur serat yang baik dan berlimpah enzim).
*Bagi pemula, porsi yang dianjurkan bisa mengikuti panduan pola makan sehat AS seperti yang dicanangkan Ibu Negara Michelle Obama: “porsi makan sayur-sayuran segar = pati (nasi dkk), porsi makan buah-buahan segar = lauk-pauk”.
*Nah, bagi pelaku Food Combining, disiplin mengonsumsi buah-buahan segar sepanjang pagi hingga tengah hari 30 menit menjelang makan siang, serta mengonsumsi sayur-sayuran segar (sebaiknya sebagian atau seluruhnya mentah) sebanyak 1/2 porsi makan siang dan 1/2 porsi makan malam. Maksudnya, jika kita makan siang dan makan malam masing-masing sebanyak 1 piring, maka 1/2 bagian piring wajib berisi sayur-sayuran. Disarankan ditambah dengan segelas jus aneka sayuran setelah makan siang, setelah/ketika mengudap sore, dan/atau setelah makan malam (jus sayuran boleh dibuat dengan juice extractor, karena pelaku Food Combining pasti sudah cukup mengasup serat).

Konstipasi Atau Sembelit

Sumber: Buku ‘Clean: Program Revolusioner Mengembalikan Kemampuan-Alami Tubuh untuk Menyembuhkan Diri’, Penulis: Alejandro Junger, MD & Amely Green, Penerbit (terjemahan): Qanita

“… Sembelit merupakan gangguan kesehatan yang paling umum di dunia Barat. Obat pencahar (laksatif) merupakan bisnis besar di AS. Banyak orang menghabiskan banyak usaha, waktu, dan uang untuk mengatasi sembelit. Sebagian orang mencoba metode alami dan sedikit mengubah pola makan, seperti mengonsumsi lebih banyak buah-buahan – terkadang berhasil mengatasi sembelit, tapi lebih sering tidak memberikan hasil. [Terlalu banyak mengonsumsi buah justru meningkatkan kadar gula dalam tubuh yang dapat merangsang ragi atau bakteri usus yang berbahaya berbiak lebih subur.] Dengan jalan pintas ini mungkin BAB bisa sedikit lebih lancar, tetapi BAB yang umumnya dianggap sudah “normal” (melalui cara-cara tersebut) sebenarnya “masih” sembelit jika dilihat dari sudut pandang kesehatan holistik. BAB setiap kali selesai makan justru lebih mendekati makna alami bagi tubuh – tetapi ini tidak banyak terjadi di masa sekarang.

Tidak semua mukus (lendir) buruk. Ada suatu lapisan tipis mukus pada dinding usus yang bermanfaat. Di sanalah flora usus hidup. Flora usus yang hidup di lapisan mukus pada dinding usus ini memiliki sifat antimikroba untuk menghadapi bakteri jahat. Tetapi mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat (karbo kompleks maupun karbo sederhana: nasi, roti, mi, gula, dll) serta produk susu meningkatkan pembentukan mukus yang lebih lengket dan menopang peradangan. Mukus yang lebih padat ini sebagian menghambat penyerapan sari makanan (nutrisi) dan memperlambat gerakan isi perut. Ketika sebagian makanan yang sedang dicerna terjebak dalam usus, maka ragi dan bakteri jahat memiliki lebih banyak waktu untuk melahap lebih banyak makanan. Bakteri-bakteri jahat ini mendapatkan lebih banyak nutrisi dan mengeluarkan lebih banyak sampah racun, sehingga saraf usus menjadi kebal dan otot usus melemah. Akibatnya, terjadi kemacetan dalam usus besar, sehingga pengeluaran tinja tertunda. Jika tinja terlalu lama berada dalam usus besar, maka zat racun dalam tinja yang seharusnya terbuang akan terserap kembali ke dalam tubuh, sehingga mengakibatkan sakit kepala dan nyeri tubuh. Bila kondisi ini terus berlangsung, maka sembelit akan menjadi kronis, akibat matinya bakteri baik yang terdesak oleh bakteri jahat yang tumbuh semakin subur – dan bakteri baik terbuang dari usus besar saat BAB.

Untuk mengatasi sembelit, hilangkan makanan pembentuk mukus, terutama gandum (tepung terigu, roti, biskuit, mi, segala makanan terbuat dari terigu), produk susu, gula, daging. … Menenangkan pikiran melalui praktek meditasi juga dapat memperbaiki sembelit secara signifikan. Apabila amarah, ketamakan, dan emosi negatif lainnya merupakan penyebab awal sembelit, kita perlu menengok lebih jauh daripada hanya mengamati kondisi fisik. Menghilangkan racun stres sama pentingnya dengan memperbaiki makanan yang kita konsumsi. Kita jarang memiliki waktu untuk menghilangkan racun dalan pikiran, tidak seperti leluhur kita yang mempraktekkan meditasi dan kontemplasi. Jika kita meniru kebiasaan leluhur, obat pencahar tidak akan menjadi obat yang laris di toko obat. Tekadang akar masalah sembelit tidak cukup diatasi hanya dengan memperbaiki pola makan dan -jika dipandang perlu- mengonsumsi suplemen antisembelit.”

ULASAN WIED HARRY:
Pola makan enak-sehat-alami, penting. Namun menjaga pikiran harmonis juga sama pentingnya. Pola makan sehat dan pikiran harmonis ini sesungguhnya bukan dua hal yang terpisah. Sebab, pola makan enak-sehat-alami (dominan sayur-sayuran segar mentah, cukup buah-buahan segar, serta sedikit karbo kompleks maupun karbo sederhana) adalah prasarana utama menuju pikiran harmonis.

Ketika makanan lebih kaya “bioenergi” alias enzim, dan terbatas atau hampir tanpa energi hewani, maka emosi lebih terjaga. Ketiadaan/keterbatasan makanan hewani secara drastis membatasi jumlah kortisol dalam tubuh kita. Hormon kortisol, yang merupakan hormon stres dan “hormon perlawanan/agresivitas” terbentuk ketika binatang disembelih/dipotong, masuk ke dalam tubuh kita bersama lauk hewani yang kita makan.

Teknik meditasi yang baik antara lain bisa dipelajari di Bali Usada Meditation dan Anatta Gotama – keduanya berpusat di Bali, tetapi memiliki cabang di kota-kota lain di Indonesia.

sembelit

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s