Sudah Food Combining, Belum Ada Hasilnya

Klien: “Pak Wied, saya sudah 3 bulan FC, tapi tensi saya tetep aja tinggi. Badan saya juga masih tebel kayak bantal. Salahnya di mana ya?”
Jawaban saya: “Porsi pembentuk asam-basanya bisa saja belum seimbang dan/atau perilaku makan yang belum baik.” Rinciannya saya sarikan dari buku Mb Andang WG *Food Combining: Kombinasi Makanan Serasi*, hal. 108-109, dengan tambahan penjelasan dari saya.

Penyebab 1: ASAM-BASA TIDAK SEIMBANG
*Asupan sayuran masih kurang*. Kombinasi menu khas FC lauk hewani+sayuran (menu protein) atau nasi+lauk nabati+sayuran (menu pati) tidak menjamin tercapainya keseimbangan asam-basa jika jumlah sayurannya terbatas. Untuk mendapatkan keseimbangan asam-basa yang baik, secara kasar Anda wajib menyisihkan 1/2 – 3/4 bagian piring makan adalah jatahnya sayuran (sebagian atau sebagian besar adalah sayuran mentah), selebihnya adalah porsi nasi dan/atau lauk-pauk. Sayuran mentah bisa dikonsumsi sebagai salad sayuran atau jus sayuran. Mengapa asupan sayuran mentah dipentingkan dalam FC? Sayuran mentah kaya “jus” (cairan/kadar air): 
*kaya mineral pembentuk basa/alkali, terutama yang bersifat relaksan dan hipotensif 
*memiliki pH tinggi (8,2-9) – terutama sayuran daun hijau setelah dibuat jus/sari sayuran, diproses dengan juicer 
*kaya enzim aktif yang menjadi tonikum bagi organ – selain itu, enzim juga berfungsi sebagai “tukang bangunan” yang akan memanfaatkan asupan nutrisi untuk berbagai keperluan: membangun imunitas, peremajaan sel, pemulihan, self-healing 
*kaya antioksidan penting 

Penyebab 2: PORSI MAKAN TERLALU BANYAK
*Makan kekenyangan membuat asam lambung tidak mampu membasahi seluruh makanan yang berada dalam lambung, terutama makanan di bagian tengah.* Makanan di dalam lambung akan melorot otomatis ke bagian bawah (usus), mulai dari yang terluar yang langsung bersentuhan dengan dinding lambung dan terairi asam lambung. Selanjutnya, makanan di bagian lebih tengah akan bergeser ke arah dinding lambung, demikian seterusnya. Namun jika makanan dalam lambung terlalu penuh, maka makanan pada bagian tengah lambung akan sulit terjangkau asam lambung karena lambung sudah keburu terisi makanan baru lagi. Akibatnya, banyak makanan yang tidak tecerna dengan baik, kemudian terfermentasi/membusuk menjadi toksin. Kegemukan bukan semata disebabkan kelebihan asupan kalori (pati, protein, lemak), tapi juga lantaran timbunan toksin melebihi batas toleransi tubuh. Secara alami, tubuh kita memiliki mekanisme membentuk lemak jika timbunan toksin melebihi batas toleransi. Jika tidak, timbunan toksin tersebut akan mengganggu fungsi organ dan sistem tubuh. 

Penyebab 3: MAKAN TERGESA-GESA
*Tidak mengunyah dengan seksama membuat tekstur makanan masih cukup kasar dan tidak terbasahi air ludah dengan baik*. Makanan yang tidak tercerna dengan baik di dalam mulut tersebut akan didorong ke bawah/usus oleh gerak peristaltik lambung, sehingga makanan akan terfermentasi/membusuk di dalam usus dua belas jari dan usus halus. 

FOTO: Istimewa

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s