Potret Meja Makan Orang Barat

Dikutip dari buku Sehat Itu Murah, Dr. Handrawan Nadesul, hal. 129
“Sumber kalori orang Barat berasal dari terigu, lemak, dan gula pasir. Rata-rata jenis menu tersebut sudah buatan pabrik (refined diet), barang kalengan, makanan diproses lainnya, serta bahan makanan yg biasa disimpan (freezing) di lemari es.

Jenis menu seperti itu sudah kehilangan sebagian besar zat gizi, termasuk vitamin dan mineral. Itu sebabnya makanan ini tergolong “makanan ampas” atau makanan “kosong nutrisi”. 

Ada bukti bahwa sebagian orang Amerika Serikat kekurangan asupan vitamin A, vitamin C, kalsium, dan beberapa mineral lainnya.
Kekurangan trace element (Wied Harry: mineral mikro) esensial menimbulkan penyakit-penyakit tersendiri. Metabolisme tubuh terganggu, fungsi mesin tubuh menjadi berubah abnormal. 

Fungsi tubuh yg abnormal betul tidak fatal, namun kekurangan zet gizi esensial yg berlangsung menahun dapat berkonsekuensi buruk. Sebut saja mineral mikro kromium dan seng. Di banyak negara, kekurangan kromium akibat gandum dalam terigu sebagai menu utama sudah kehilangan kromiumnya. Demikian pula kromium dalam tebu (Wied Harry: gula) dan lemak yg diolah pabrik. Wabah kekurangan mineral menimbulkan penyakit pembuluh darah.

Homeostasis (kemampuan tubuh menyeimbangkan diri) gula dan kolesterol dalam tubuh terganggu bila tubuh kekurangan kromium. 

Kebanyakan menu Barat berisiko kekurangan vitamin B6 (piridoksin), seperti dicatat Murphy cs. Kekurangan vitamin ini meningkatkan penyakit pembuluh darah juga. Lapisan dalam pembuluh darah arteri mengalami cedera, yg kemudian diisi oleh lapisan karat lemak (aterosklerosis) awal dari penyakit jantung koroner, stroke, gangguan ginjal, dan penyakit bola mata.

ULASAN WIED HARRY:
Tulisan Dr. Hans di atas menjadi bukti bahwa kecukupan kalori saja belum cukup. Artinya, makan makanan olahan/kalengan/kemasan/instan/sejenisnya meskipun mengenyangkan dan tampaknya memenuhi kecukupan kalori-protein-dan nutrisi lain, bukan tanpa risiko bagi kesehatan. 
Sebab, tubuh kita tidak hanya memerlukan kalori dan nutrisi, tetapi juga memerlukan enzim, “nutrisi” bioenergi yg diperlukan untuk mengolah asupan nutrisi (vitamin-mineral) agar bermanfaat bagi tubuh. Ibarat membangun dan merenovasi rumah, kalori dan beragam nutrisi adalah bahan bangunannya, sedangkan enzim adalah tukang bangunannya. So, mari kita mengerahkan lebih banyak “tukang bangunan” ke dalam tubuh kita, yakni buah-buahan segar dan sayur-sayuran segar mentah.

FOTO: Istimewa

Image


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s