Manusia Terus Memicu Kankernya Sendiri

Dikutip dari buku “Sehat Sejati Yang Kodrati” Dr. Tan Shot Yen, M.Hum., hlm. 295-7

Sangatlah wajar dlm kehidupan bila sel mengalami mutasi. Diperkirakan tubuh kita setiap detiknya memproduksi 50 juta sel baru (perhitungkan pula berapa juta yg rontok dan menua setiap harinya: meninggalkan tubuh). 

Error selagi membuat sel-sel baru menghasilkan sel yg mempunyai kerusakan DNA, si pembawa sifat sel itu. Sel-sel produk error ini bisa membelah diri dengan kecepatan lebih tinggi dan mereka tidak mati selayaknya sel lain. Rata-rata manusia menciptakan jutaan sel seperti itu (yg kemudian disebut sebagai ‘kanker’) setiap hari. Kabar baiknya, bila kita sehat maka tubuh mempunyai banyak sekali pertahanan alamiah untuk menghancurkan sel-sel tersebut. Biasanya tubuh mampu mengendalikannya. Sebelum kelompok sel ini bertingkah, sudah terlebih dahulu dibasmi.

Penyakit yg kita sebut kanker sebetulnya sekadar proses di mana keseimbangan alam di atas terganggu. Sel-sel yg bermutasi (mengalami keanehan itu) mulai tumbuh lebih cepat daripada kemampuan tubuh secara alamiah membasminya. Akhirnya, kumpulan sel ini membentuk massa yg kemudian disebut sebagai ‘tumor’ (benjolan yg tidak normal).

Biopsi (mengangkat sedikit jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop) bukan hanya penegas apakah massa disebut kanker atau tidak, tapi dengan mampunya seorang dokter melihat derajad diferensiasi (keanehan) error sel yg bisa dikategorikan berdiferensiasi ‘buruk’ atau ‘baik’. Ini artinya kita masih diberi peluang untuk memikirkan cara lain agar sel kembali berfungsi dan berbentuk normal dengan perbaikan gaya hidup. Namun apa yg terjadi? Peluang ini tidak pernah digunakan. Bahkan upaya memperbaiki pola makan dan gaya hidup dilecehkan, pun setelah operasi – serangkaian kemoterapi dan radiasi dijatuhkan sebagai vonis tanpa pilihan. 

John Herring, seorang kontributor senior Total Health Breaktrough seperti halnya beberapa dokter yg prihatin dengan gaya hidup masa kini, sangat menganjurkan manusia untuk berhenti meracuni diri. Sayangnya, kesadaran tentang ‘apa sih racun itu?’ masih sangat minim. Kita pikir apa yg kita anut selama ini sebagai pola makan sudah sehat, padahal kategori sehat itu sendiri ditentukan oleh orang lain yg mempunyai kepentingan tertentu. Kita pikir menghindari zat pengawet dan pewarna berarti sudah sehat, padahal setiap makan nasi dari padi penuh pestisida, menggoreng semua, menggunakan sabun berpewangi buatan, pengharum ruangan otomatis, segala macam jenis plastik kemasan makanan, pembunuh nyamuk super ampuh. Ironis, bukan?

Gula dalam makanan jangan hanya dipahami sebagai rasa manis. Pemahaman gula sudah saatnya diperdalam sebagai karbohidrat yg buruk, yg diasup tanpa sadar karena sudah dianggap makanan kebudayaan (padahal baru diturunkan 5-6 generasi)! Gula adalah makanan utama sel kanker dan kuat hubungannya dengan pertumbuhan kanker payudara, ovarium, rektum, pankreas, paru-paru, empedu, dan lambung. 

ULASAN WIED HARRY:
Selain gula, makanan-minuman lain (calon) sahabat kanker adalah produk susu, daging, makanan-minuman-bumbu kalengan/botolan/kemasan/instan/sejenisnya – terutama karena tambahan bahan sintetis dan proses pengolahan berlebihan yang mengakibatkan munculnya zat bersifat karsinogenik (pemicu kanker). 

Namun sumber utama bangkitnya bibit sel kanker adalah ketidakseimbangan asam-basa tubuh akibat pola makan selama belasan tahun dominan makanan pembentuk asam daripada makanan pembentuk basa/alkalin. Makanan pembentuk basa adalah buah-buahan segar dan sayur-sayuran segar mentah – buah-buahan yg sudah dimasak tidak lagi bersifat sebagai pembentuk basa tetapi menjadi pembentuk asam, seperti setup buah, selai buah, manisan buah. Semua makanan selain buah-buahan segar dan sayur-sayuran segar mentah adalah pembentuk asam. 

Cara praktis mencukupi asupan makanan pembentuk basa: Setiap kali makan selalu luangkan porsi setengah piring terisi penuh dengan sayuran, khususnya sayur-sayuran segar mentah. Minum segelas jus aneka sayuran setidaknya 1 kali sehari, misalnya 30 menit setelah makan malam. Selain itu, makanlah buah-buahan segar hingga kenyang (tapi bukan kekenyangan) ketia perut kosong, misalnya 30 menit hingga 1 jam sebelum makan. 

Foto: Istimewa

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s