Makanan Buatan Pabrik Tidak “Bernyawa”

Dikutip dari buku Terapi Enzim, Hiromi Shinya, MD, hal. 83-84

… IDEALNYA, MAKANAN DARI PABRIK 0% SAJA, ARTINYA TIDAK PERLU DIMAKAN SAMA SEKALI. …

Makanan yg kita makan dapat digolongkan menurut asal-muasalnya menjadi tiga jenis. Pertama, “yg berasal dari tanah”, kedua “yg berasal dari hewan”, kemudian yg ketiga “yg berasal dari pabrik”.

Makanan yg berasal dari tanah yaitu sayuran, biji-bijian, buah-buahan, rumput laut, jamur, dan lain-lain yg tumbuh besar di tanah. Ini juga termasuk fungsi seperti jamur, tetapi karena sebagian besar adalah tumbuhan dan bibit tumbuhan, kita bisa menggolongkannya menjadi “makanan dari tumbuhan”. 

Jenis kedua, makanan yg berasal dari hewan, yaitu daging sapi, daging babi, daging ayam, dan daging lainnya, juga ikan, kerang, cumi-cumi, udang, dan lain-lain golongan ikan dan kerang, yg berarti “makanan dari hewan”. Di dalamnya termasuk pula telur dan produk olahan susu, yg diambil dari hewan.

Yg ketiga, makanan yg berasal dari pabrik, yaitu jenis makanan yg dibuat manusia secara kimiawi, yaitu “penyedap rasa” [Wied Harry: MSG dan turunannya], macam-macam bahan aditif makanan, garam halus [refined salt], gula pasir murni, pemanis buatan, dan lain-lain. Selain itu, juga termasuk makanan olahan pabrik.

Makanan yg berasal dari tanah, jika bisa dimakan, pada dasarnya tidak ada yg dilarang dan tidak ada pembatasan jumlah asupan. Boleh Anda anggap 100% boleh dimakan. Tetapi, makanan yg berasal dari hewan memerlukan pembatasan konsumsi sampai jumlah tertentu karena jika terlalu banyak menyebabkan darah mengental, dan membuat raut lambung dan raut usus menjadi jelek.

Saya berpendapat, makanan yg disantap manusia sebaiknya sebanyak 85% berupa “makanan dari tumbuhan” yg berasal dari tanah, sisanya boleh diambil dari hewan. Makanan yg berasal dari tanah 85% dan makanan yg berasal dari hewan 15%. Ini sudah 100%. Tidak ada perlunya makan makanan buatan pabrik, Karena makanan yg berasal dari pabrik tidak “bernyawa”. MAKANAN OLAHAN PABRIK, MESKIPUN DAPAT DIMAKAN, TIDAK MAMPU MENGHIDUPI NYAWA ANDA.

Maka idealnya, makanan dari pabrik 0% saja, artinya tidak perlu dimakan sama sekali.

Tetapi manusia modern sangat sulit menghindari semua makanan yg diolah di pabrik. Bahkan bisa dikatakan mustahil secara realita. Saya sendiri tidak bisa sampai 0%. Karena itulah, sangat penting berhati-hati dalam mengonsumsi makanan kita, dan sebisa mungkin pilihlah makanan yg baik bagi tubuh. Untuk porsi makanan dari tumbuhan sedapat mungkin pilihlah yg baik (yg aman), kurangilah makan makanan dari hewan untuk mencegah terkurasnya enzim ajaib. 

ULASAN WIED HARRY:
Sebagai pelaku hidup sehat alami, mestinya tidak sulit kita melakukan arahan DR. Hiromi Shinya. Karena makanan olahan pabrik, seperti saus-saus botolan [saus tomat, saus cabai, saus tiram, dll], makanan kemasan/awetan [nugget, sosis, bakso, dll], makanan instan, tidak lagi masuk dalam daftar belanja keluarga. Kita lebih mengutamakan makanan segar alami, yg kita konsumsi seperti bentuk aslinya di alam atau masih dekat dengan bentuk aslinya di alam: sayur-sayuran segar, buah-buahan segar, padi-padian/serealia [beras merah, beras hitam, jali/barley, cantel/sorghum, dll], umbi-umbian [ubi jalar, singkong, uwi, dll], polong-polongan [kacang merah, kacang hijau, kacang tolo, kacang hitam, dll]. 

Tentu saja, sebagian [sukur-sukur SEBAGIAN BESAR] konsumsi sayuran segar kita adalah SAYURAN MENTAH karena masih berlimpah enzim – baik berupa salad sayuran, jus sayuran, maupun lalap sayuran mentah. Membatasi daging bukan hanya membatasi masuknya lemak jenuh, tetapi juga mengurangi beban berat organ cerna, terutama pankreas, liver, ginjal, karena kombinasi protein-lemak tinggi dalam makanan hewani sangat berat proses cernanya dan menguras banyak cairan tubuh. Selain itu, membatasi asupan makanan hewani juga menghemat habisnya stok enzim tubuh – dalam tubuh kita, enzim berperan seperti “tukang bangunan”, sehingga percuma Anda mengasup cukup kalori dan nutrisi vitamin-mineral [ibarat “bahan bangunan”] jika tidak cukup mengasup enzim. 

Mulai hari ini, mari kita makan enak dengan pemahaman-dan-kesadaran …

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s