Gejala Autisme Pada Anak

Copy paste dari FB Dokter Rudy Sutadi Dan Kidaba:

Gejala-gejala autisme akan tampak makin jelas setelah anak mencapai usia 3 tahun, yaitu berupa:
1. Gangguandalam bidang komunikasi verbal maupun non-verbal:
– terlambat bicara,
– meracau dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain,
– kalaupun mulai bisa mengucapkan kata-kata namun ia tak mengerti artinya,
– bicara tidak dipakai untuk komunikasi,
– banyak meniru atau membeo (echolalia),
– beberapa anak sangat pandai menirukan nyanyian, nada maupun kata-katanya, tanpa mengerti artinya,
– bila menginginkan sesuatu ia menarik tangan yang terdekat dan memperlakukan tangan tersebut sekedar sebagai alat untuk melakukan sesuatu untuknya.

2. Gangguan dalam bidang interaksi sosial:
– menolak/menghindar untuk bertatap mata,
– tak mau menengok bila dipanggil,
– seringkali menolak untuk dipeluk,
– tak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang malah lebih asik main sendiri,
– bila didekati untuk diajak main ia malah menjauh.

3. Gangguan dalam bidang perilaku :
– Pada anak autistik terlihat adanya perilaku yang berlebihan (excessive) dan kekurangan (deficient).
– Contoh perilaku yang berlebihan adalah : adanya hiperaktivitas motorik, seperti tidak bisa diam, lari kesana-sini tak terarah, melompat-lompat, berputar -putar, memukul-mukul pintu atau meja, mengulang-ulang suatu gerakan tertentu.
– Contoh perilaku yang kekurangan adalah : duduk diam bengong dengan tatap mata yang kosong, bermain secara monoton dan kurang variatif secara berulang-ulang, duduk diam terpukau terhadap sesuatu hal misalnya bayangan, atau benda yang berputar.
– Kadang-kadang ada kelekatan/asyik pada benda tertentu, seperti sepotong tali, kartu, kertas, gambar, gelang karet atau apa saja yang terus dipegangnya dan dibawa kemana-mana. Perilaku yang ritualistik sering terjadi.

4. Gangguan dalam bidang perasaan/emosi :
– Tidak ada atau kurangnya rasa empati, misalnya melihat anak menangis ia tidak merasa kasihan melainkan merasa terganggu dan anak yang sedang menangis tersebut mungkin didatangi dan dipukul.
– Tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah-marah tanpa sebab yang nyata.
– Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum), terutama bila tidak mendapatkan apa yangdiinginkan, bahkan bisa menjadi agresif dan destruktif.

5. Gangguan dalam persepsi sensoris :
– Mencium-cium, menggigit atau menjilat mainan atau benda apa saja.
– Bila mendengar suara keras langsung menutup telinga.
– Tidak menyukai rabaan atau pelukan.
– Merasa sangat tidak nyaman bila memakai pakaian dari bahan yang kasar.
Gejala-gejala yang digambarkan di atas tidak harus ada semua pada setiap anak penyandang autisme. Pada seorang anak mungkin hampir semua gejala di atas ada, tapi pada anak lainnya mungkin hanya terdapat sebagian saja dari gejala di atas.
Ayo bangkit !!! Kalahkan Autisme !! Ayo Verbal Ayo sekolah reguler

ULASAN WIED HARRY:
Dengan terapi menu harian (therapeutic food) yang tepat – menjauhi bahan-bahan makanan tertentu dan memperbanyak bahan-bahan makanan lainnya-, autisme bisa diatasi. Selain pengetahuan pengaturan menu, diperlukan ketulusan, ketelatenan, dan keuletan orangtua untuk melaksanakannya. Tetap semangat!

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s