MATAHARI SIANG JUSTRU LEBIH SEHAT

Dikutip sesuai aslinya dari buku SEHAT SEJATI YANG KODRATI – Dr. Tan Shot Yen, M.Hum., hal. 71-72

Sebagai up date pengetahuan terbaru, menghindari sengatan panas tengah hari ternyata justru meningkatkan kanker julit ganas (cutaneous malignant melanoma). Dr. William Grant sebagai pakar vitamin D menjelaskan bahwa dari kajian di Inggris, Norwegia, dan Amerika Serikat, waktu optimal untuk mendapatkan produksi vitamin D justru sedekat mungkin dengan tengah hari (antara jam 10 pagi hingga 2 siang).

Yang kita butuhkan sebenarnya dari sinar matahari adalah ultraviolet B sebagai produsen vitamin B. Pada saat matahari masih dekat dengan horison (pagi hari, belum mencapai puncak kepala) ultraviolet B (daya radiasi 290-315 nanometer) masih sangat sedikit, sebaliknya ultraviolet A sedang “kecang-kencangnya” (daya radiasi 320-400 nanometer dan berhubungan erat dengan kanker kulit karena daya tembusnya lebih tinggi).

Dengan terik tengah hari dan rasa panas, maka sebenarnya kita tidak butuh waktu lama untuk berjemur. Buat apa menghabiskan waktu 1 jam dari pukul 7 hingga 8 pagi jika yang kita peroleh malah lebih banyak ultraviolet A yang merusak, sedangkan cukup butuh 15 menit sekitar jam 10-10.15 sekaligus menikmati ultraviolet B untuk mendapatkan vitamin D? Bagi yang berkulit gelap, dibutuhkan lebih lama tentunya, karena semakin banyak pigmen kulit yang kita miliki, semakin sedikit daya tembus ultraviolet ke dalam kulit kita. Bukankah pigmen kulit adalah pelindung kanker alami?

Robyn Lucas, seorang pakar epidemiologi di Australian National University, sangat setuju dengan temuan ini. *Bahkan ditambahkan oleh Dr. Grant, anjuran menghindari matahari siang plus menggunakan tabir surya malah menjerumuskan orang terkena kanker kulit.* Masalahnya, orang-orang yang menganjurkan nasihat tersebut tidak memperhitungkan daya radiasi ultraviolet sebagai penyebab kanker! Kita membutuhkan sekitar 2.000 IU hingga 4.000 IU vitamin D per harinya untuk dapat mencegah kanker kulit hingga 50%. Kebanyakan orang hanya mendapat 250-300 IU per hari dari makanannya saja. 

ULASAN WIED HARRY:
Jika matahari sekitar tengah hari justru lebih sehat bagi tubuh kita, kini saatnya kita mengubah pola pikir yang sudah terpatri. Mari menikmati jalan tertimpa sinar matahati ke tempat parkir atau sengaja menyapu halaman pada pukul 10 pagi. 

Untuk meningkatkan asupan vitamin D bagi tubuh, hadirkan selalu beragam jenis bahan makanan kaya vitamin D dalam menu harian. Di antaranya kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai, taoco, saridele alias kedelai bubuk), hati ayam/sapi, ikan – terutama lele, kerang, telur, jamur, sayuran daun warna hijau gelap (brokoli, bayam, kangkung, sawi hijau, daun katuk, daun singkong, daun labu, dll), sayuran polong-polongan (buncis, kecipir, kacang panjang, kapri), polong-polongan (kacang merah, kacang hijau, kacang tolo, kacang jogo, dll).

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s