Ilmu Gizi Membuat Orang Diabetes

Dikutip sesuai aslinya dari buku *The Microbes Factor: Mukjizat Mikroba* DR. Hiromi Shinya, hal. 142-147, Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Selagi orang Amerika Serikat mencoba makan lebih sehat, banyak yang memilih mengganti roti dan kentang dengan nasi, tapi sebenarnya nasi putih tak lebih baik bagi Anda daripada roti putih. Sekali lagi, Jepang, yang rakyatnya makan nasi putih sebagai makanan pokok, menjadi contoh bagaimana seharusnya TIDAK makan. Nasi putih gampang dimakan karena sudah diolah, sehingga bisa dicerna dan diserap langsung oleh tubuh, tapi itu menyebabkan kenaikan kadar gula sesudah makan. Karbohidrat, bagian utama beras putih, diubah menjadi glukosa selama proses pencernaan dan penyerapan, kemudian menjadi sumber tenaga untuk kegiatan sehari-hari. Glukosa berlebih dikirim ke hati lewat darah dan disimpan sebagai glikogen. Jika energi dibutuhkan, glikogen diubah kembali menjadi glukosa dan dikirim ke sel-sel seluruh tubuh dan diubah menjadi mitokondria dalam sel.

Kadar gula (glukosa) merujuk kepada kadar glukosa dalam darah, dan kalau kadar gula darah seseorang melebihi kisaran normal, maka dia didiagnosis diabetes. Kadar gula diatur oleh hormon bernama insulin, yang dikeluarkan oleh pankreas. Kalau mengonsumsi terlalu banyak makanan yang kaya karbohidrat seperti nasi putih, roti, atau pasta dari tepung terigu refinasi, jagung, kentang, buah, atau gula putih, insulin tak kan bekerja maksimal dan energi dari karbohidrat tak akan tersebar ke sekujur tubuh. Akibatnya orang itu akan merasa letih, dan MEMANG letih, sampai ke tingkat sel. Gejalanya selain perasaan letih adalah lamban bergerak, haus, dan tak bisa berkonsentrasi. Ada dua jenis penyebab gangguan fungsi insulin: [1] gangguan pengeluaran insulin dari pankreas, dan [2] resistensi insulin. Pada keduanya, masalah metabolisme energi sangat dpengaruhi makan berlebihan dan/atau kurang gerak badan.

Ada banyak pola makan yang disarankan untuk mencegah dan mengendalikan diabetes, tapi tidak mempan. Seringkali pola makan yang disarankan adalah diet gizi seimbang berupa padi-padian, sayuran, dan daging. Seperti saya sebutkan, padi-padian yang diolah tidak “seimbang” gizinya. Nasi putih boleh jadi tak lebih berbahaya bagi kadar gula darah daripada roti atau pasta yang dibuat dari tepung terigu refinasi, tapi tetap cenderung menyebabkan pengeluaran insulin berlebihan. Selain itu, gizinya juga lenyap dalam pengolahan, sehingga diperlukan berbagai jenis bahan makanan untuk menyiapkan menu yang gizinya seimbang. …

Jika Anda mengkhawatirkan kenaikan kadar gula darah, saya sarankan Anda beralih ke padi-padian utuh atau campuran berbagai padi-padian yang merupakan sumber serat dan dicerna perlahan. [Wied Harry: Contoh padi-padian utuh adalah beras putih tumbuk, beras merah, beras cokelat, beras hitam, beras campur jali, kacang hijau, atau jenis lain polong-polongan.] Pola makan seperti itu mencegah kenaikan mendadak kadar gula darah dan menyediakan cukup gizi. …

… MAKANAN YANG LUNAK DAN ENAK RASANYA ITU POPULER, TAPI MENIMBULKAN KEBIASAAN MENELAN TANPA MENGUNYAH. Kurang mengunyah adalah satu faktor penyebab penyakit gaya hidup seperti diabetes. Kalau sudah mulai memasak dan makan nasi merah, saya sarankan Anda biasakan mengunyah 30-50 kali untuk tiap suapan. Saran untuk mengunyah dengan baik ini tak terbatas untuk nasi merah saja; saya menyarankan untuk makan pelan-pelan dan mengunyah semua makanan sebaik-baiknya. Dengan mengunyah baik-baik, tulang dan otot rahang menjadi terlatih, membantu peredaran darah, yang pada gilirannya mengaktifkan sel-sel otak. Selain itu, hormon dari kelenjar ludah yang bernama parotin dikeluarkan untuk membantu meremajakan tubuh dan mencegah penuaan. Ada banyak lagi manfaat mengunyah dengan benar, seperti perbaikan posisi gigi, kestabilan mental, dan konsentrasi yang meninggi. Orang-orang yang enggan makan padi-padian utuh karena menganggapnya susah dimakan, kehilangan semua manfaat itu.

TANGGAPAN WIED HARRY:
Sudah cukup jelas. 
Intinya adalah:
* Tidak makan karbohidrat berlebihan, terutama “karbo olahan” seperti beras putih
* Mengunyah makanan dengan baik: 30-50 kunyahan untuk setiap suap makanan. Mengunyah dengan baik a.l. memberikan manfaat antiaging.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s