Efek Buruk Gluten

Tepung terigu, bahan utama roti & mie, mengandung gluten, jenis protein sulit cerna. Di dalam sistem cerna kita, gluten yg menyerupai lem ini akan lengket ke dinding usus.

Reaksi negatif gluten bisa muncul berupa gejala ringan seperti rasa tidak nyaman di perut, kembung, pilek hingga gejala berat seperti perubahan suasana hati, sakit kepala, migraine, nyeri otot atau sendi, eksim, asma, sindrom iritasi usus. Bisa jg memunculkan gangguan pencernaan serius spt celliac sprue, yakni kerusakan permukaan halus dinding usus yg mengakibatkan ketdkmampuan dinding usus menyerap nutrisi.

(Penjelasan selengkapnya bisa dibaca dalam buku Pencernaan Sebagai Kunci Hidup Sehat terbitan BIP Jakarta, terjemahan dari buku berjudul Gut Wisdom, karya Alice M. Sorokie).

Jika menurut anda “para pemakan mie & roti baik2 saja” patut dipertanyakan baiknya seperti apa. Bisa saja secara fisik tampaknya baik2 saja, belum tentu kondisi kesehatannya demikian. Selain gejala2 “ringan” yg saya sebutkan di atas, banyak lendir dalam hidung & kerongkongan sdh menjadi indikasi tubuh kelebihan asupan gluten.

Makan Mie Cepat Gemuk?

Mie terbuat dari tepung terigu mengandung gluten. Di dalam tubuh kita, makanan utama bergluten akan sulit dicerna. System cerna memerlukan waktu sedikitnya 3 – 4 kali siklus metabolisme (3- 4 x 24 jam) untuk mencerna terigu dan membuang sampah terigu. Jika kita makan mie dalam porsi besar, apalagi sering, maka banyak terigu yang tidak tercerna.

Nah, sampah terigu dalam saluran pencernaan yang tidak tercerna ini akan menjadi zat toksin. Tubuh kita sudah diciptakan sempurna oleh Tuhan. Jika banyak zat toksin dalam tubuh kita melampaui batas toleransi tubuh, maka tubuh secara otomatis membentuk lemak, guna mengikat zat-zat toksin tersebut agar tidak mengganggu fungsi organ dan system metabolisme. Akibatnya, makin banyak timbunan lemak tubuh, sehingga berat badan pun meningkat.

Makan mie boleh. Asalkan:

[1]  mie tidak dimakan dalam porsi berlebihan

[2]  mie dinikmati bersama sayur-sayuran dalam jumlah lebih banyak – minimal sama banyak – dengan porsi mie

[3] mie dinikmati bersama pelengkap alami seperti sambal cabai segar buatan sendiri dan/atau acar mentimun/wortel/bawang merah dengan campuran air jeruk nipis/lemon atau cuka alami

[4] mie dinikmati tidak lebih dari seminggu 1 kali.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s