PEMANIS PENGGANTI GULA LEBIH AMAN?

Banyak yg meyakini pemanis pengganti gula lebih aman daripada si gula itu sendiri. Benarkah?

Salah satu pemanis pengganti gula yang populer adalah gula fruktosa (bubuk) dan sirup fruktosa (high-fructose corn syrup, HFCS). Ternyata reaksi tubuh terhadap asupan fruktosa dan glukosa (gula pasir), berbeda. 
Ketika kita mengonsumi gula, tubuh memproduksi hormon insulin (untuk menormalkan kembali kadar gula darah) dan hormon leptin (memberikan sinyal kenyang, agar kita berhenti makan). Namun hal ini tidak terjadi jika kita mengonsumsi fruktosa. Akibatnya, si penyantap gula fruktosa rawan kelebihan asupan kalori dan menjadi kegemukan. 

Selain itu, karena asupan fruktosa tidak merangsang produksi insulin, maka kadar gula darah tetap melonjak, karena tak ada insulin yang berpatroli mengontrol dan merazia kelebihan gula darah. Akibatnya, pankreas merana. 

Banyak kesimpulan hasil penelitian menyebutkan konsumsi gula fruktosa, terutama sirup jagung (HFCS), berkaitan sangat erat dengan meningkatnya jumlah pengidap diabetes tipe-2 (bukan karena keturunan). Yang mengejutkan, pengidap diabetes tipe-2 yang terjadi pada anak-anak akibat rajin mengonsumsi gula fruktosa sudah meluas pada anak di bawah usia 10 tahun.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s