MI INSTAN LAGI

Tubuh kita *bukan tong sampah* kan? Nah, kalo sp sekarang masih selalu merindukan mi -terutama mi instan- ada baiknya tambahan info dari Mas *Haryo Bagus Handoko* di bawah ini kita cermati. 

*Haryo Bagus Handoko* 
Rata-rata mie instant menggunakan: 
(1) bahan pengental Emulcol supaya mie menjadi kenyal (emulcol berpotensi menyebabkan radang usus dan lambung bila mengkonsumsi mie instan dalam jumlah berlebih). 

(2) untuk mencegah mie spy tidak tengik, biasanya digunakan antioksidan sintetis TBHQ atau BHTyang ditambahkan pada minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng deepfried mie instant (yang berpotensi merusak liver, ginjal dan menyebabkan kanker) padahal sesungguhnya sudah dilarang di Eropa dan Amerika tapi masih banyak digunakan di Indonesia dan di sini herannya kok tidak dilarang. Cara menggoreng deep fried itu sendiri pada suhu 250 – 350 derajat celcius sudah akan menghasilnya senyawa karsinogen akrilamida yang menyebabkan kanker dalam jangka panjang.

(3) bumbu powder mie instant 80% bukan terbuat dari daging dan kaldu tapi dari esens kimia yang dicampur dengan dextrin (sbg bahan powder) ; bahan esens kimia walaupun dikatakan aman, namun dalam jangka panjang akan mengendap di hati/liver dan otak serta ginjal dan menimbulkan penyakit degeneratif. 

(4) Agar warna mie tidak kusam, biasanya ditambahkan pewarna makanan dari bahan kimia sintetis. Pewarna makanan dari bahan kimia sintetis walau dikatakan aman, tidaklah 100% aman karena dalam jangka panjang akan mengendap di otak, karena pewarna sintetis mempunyai kemampuan menipu syaraf otak, sehingga ia diperbolehkan masuk melalui aliran darah dan akhirnya mengendap di otak yang berpotensi menyebabkan migren, stroke maupun kerusakan otak.

(5) 2 – 3 bungkus dari 10 sampel mie instant biasanya tidak terjaga baik kualitasnya karena mengandung prosentase kadar lemak yang cukup tinggi. Sementara di pasaran kondisinya jauh lebih buruk lagi, lembaga perlindungan konsumen dan depkes jarang sekali melakukan razia thd mie instant kadaluarsa dengan prosentase kadar ketengikan yg cukup tinggi yang banyak dijumpai di pasar tradisional dan terkadang dijumpai pula di supermarket atau toko kelontong. Ketengikan (ransiditas) biasa terjadi pada mie instant itu sendiri, maupun pada bumbu powder nya yang sudah tidak berupa tepung lagi tapi telah berair, sehingga sama sekali sdh tidak layak dikonsumsi. Ketengikan juga bisa terjadi pada minyak bumbu maupun kecap bumbu mie instant. Kejadian spt ini biasanya karena selain kurangnya pengawasan dari pemerintah (depkes dan ylki) juga kurangnya kontrol pengawasan dari perusahaan mie instant itu sendiri, yang seharusnya sudah menarik mie tidak layak konsumsi setidaknya 2 bulan
sebelum menginjak masa kadaluarsa, tapi dalam prakteknya, banyak ditemui mie instan yang bahkan masih terdapat di pasaran lewat 6 bulan dari masa kadaluarsanya. 

Sungguh mengerikan!

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s