MENGAPA WANITA MUDAH TERSINGGUNG?

Copy paste http://health.kompas.com/read/2011/09/28/14453170/Mengapa.Wanita.Mudah.Tersinggung.

Kompas.com – Fluktuasi hormon sering dituding menjadi penyebab mengapa sebagian besar wanita lebih mudah mengeluh, menggerutu dan gampang tersinggung. Padahal sifat itu sebenarnya diturunkan secara genetik.

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa para wanita secara genetik memang diprogram untuk bersikap mudah marah dan agresif. Hal itu antara lain karena wanita memiliki gen reseptor serotonin, yakni yang disebut gen 2C. Kabar baiknya, tidak semua wanita mewarisi gen tersebut.

Hormon serotonin memang dikaitkan dengan perasaan marah dan agresi, baik pada manusia atau hewan. Penelitian telah menunjukkan peningkatan aktivitas serotonin berkaitan dengan berkurangnya perilaku agresif. 

Sikap mudah marah tersebut ternyata menjadi salah satu penanda beberapa kondisi gangguan kesehatan, salah satunya adalah hipertensi dan penyakit jantung.

Meski kerap mudah tersinggung, keras kepala, dan gampang marah, ternyata sifat-sifat tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan diri dan kebanyakan dimiliki oleh orang yang berkepribadian kuat. Karena itu, orang dengan sifat keras kepala itu dianggap menarik bagi lawan jenis.

Tetapi apakah jika sudah mewarisi gen mudah marah hal itu tidak bisa diubah? Tentu saja. Karena faktor lingkungan memiliki kemampuan untuk mengendalikan, mempengaruhi, bahkan mengubah faktor genetik.

ULASAN WIED HARRY:
Secara nutritif, kemarahan yg mudah tersulut -dan jg sulit padam- sangat berkaitan dg pola makan. Semakin dominan konsumsi daging (baik daging sapi maupun daging ayam), dan semakin banyak mengonsumsi lemak gajih/minyak jahat (margarin, jelantah, mentega putih, dll), makin rendah tubuh membentuk hormon relaksasi/antistres dan semakin gampang marah. Sebaliknya, semakin cenderung vegetarian pola makan seseorang (dominan makanan nabati), semakin lembut reaksi dan temperamennya. Terutama makanan kaya antioksidan spt buah2an segar dan sayur2an segar (terutama banyak mengonsumsi sayuran mentah), polong2an (kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, kedelai, tempe), biji2an (kenari, almon, wijen, dll). 

Makanan hewani, terutama daging sapi/ternak lainnya dan ayam/unggas lainnya sangat tinggi kandungan hormon stres/kortisolnya, yg menumpuk dlm tubuh binatang menjelang dipotong. Ketika kita makan daging, hormon stres dlm binatang masuk ke dalam tubuh kita dan larut dlm lemak konsumsi, merambah seluruh jaringan tubuh, termasuk otak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s