GULA STEVIA

Info mengenai stevia ini sangat berguna bagi pengidap diabetes, anak penyandang autis maupun ADHD, dan orang sehat (termasuk yg *merasa* sehat) tp ingin tetap sehat. Gula stevia adalah gula alami dg tingkat kemanisan supertinggi, shg kalorinya pun terbatas. Selain bubuk stevia siap pakai, kita bisa memanfaatkan daunnya sbg pemanis alami. 

APA ITU GULA STEVIA?
Sumber: http://www.autisfoods.com/2010/05/gula-alami-untuk-anak-autis-2-import.html 

Bahan tambahan makanan ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Salah satu bahan tambahan makanan adalah pemanis makanan. Banyak jenis pemanis di antaranya sakarin, aspartam, stevia.

Gula yang dibuat dari tebu, bagi penderita diabetes pastilah akan ditakuti. Kandungan kalorinya bisa menjadi ancaman serius bagi mereka yang terkena penyakit itu dan untuk orang yang sedang menjalani program diet.
Namun jangan bingung, sekarang daun Stevia rebaudiana “Bertoni”, mengandung bahan pemanis alami nonkalori dan mampu menghasilkan rasa manis 70 – 400 kali dari manisnya gula tebu, dapat dijadikan bahan dasar industri gula non-kalori atau bahan dasar industri makanan serta minuman atau jamu tradisional.

Pada tahun 1887 peneliti ilmiah amerika Antonio Bertoni menemukannya. Bertoni menamainya Eupatorium rebaudianum Bertoni, kemudian dimasukkan dalam genus Stevia (1905). Diduga lebih dari 80 jenis spesies stevia tumbuh liar di Amerika Utara dan 200 jenis spesies alami di Amerika Selatan. Namun hanya Stevia rebaudiana yang diproduksi sebagai pemanis

Stevia adalah tumbuhan perdu asli dari Paraguay. Cocok pada tanah berpasir dengan tinggi tanaman maksimal 80 cm. Daunnya mempunyai rasa lezat dan menyegarkan. Gula stevia telah di komersialkan di Jepang, Korea, RRC, Amerika Selatan untuk bahan pemanis bagi penderita diabetes dan kegemukan.
Stevia yang pernah ditanam di Indonesia berasal dari Jepang, Korea dan China. Bahan tanaman tersebut berasal dari biji sehingga pertumbuhan tanaman stevia di lapang sangat beragam.

Kualitas stevia didasarkan atas aroma, rasa, penampakan, dan kemanisannya. Pengguaannya stevia memberikan rasa yang unik tidak seperti pemanis kebanyakan yang menimbulkan rasa pahit pada akhirnya. Rahasia kemanisan stevia terletak pada molekul kompleksnya yang disebut steviosida yang merupakan glikosida disusun dari glukosa, soforosa, dan steviol.

Apakah stevia aman? Jawabannya adalah PASTI! Baik oleh umum maupun bagi penderita diabetes, hipoglikemia, candida, tekanan darah tinggi, dan kelebihan berat badan. Stevia merupakan salah satu tanaman kesehatan yang paling diminati di dunia sekarang ini. Karena tubuh manusia tidak memproses glikosida dari daun stevia tetapi mendapatkan kalorinya.

Dari laporan kesehatan yang diterima baik laporan laboratorium maupun pengguna konsentrat stevia setiap hari, penelitian ilmiah mengindikasikan bahwa stevia efektif mengoreksi kelebihan kadar gula darah. Studi juga mengindikasikan bahwa stevia memberi efek berbeda pada orang dengan tekanan darah rendah dan tekanan darah normal. Stevia juga menghambat pertumbuhan bakteri dan organisme yang menyebabkan infeksi, termasuk bakteri yang menyebabkan gangguan gigi dan penyakit gusi. Ini diperkuat dengan laporan pengguna stevia yang lebih tahan terhadap serangan flu.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s