GULA DAN ANAK-ANAK

MESKIPUN tampaknya tidak berhubungan, makan kembang gula dlm jumlah banyak ternyata memunculkan perilaku nakal serta kurang memperhatikan. Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Yale menunjukkan setelah beberapa jam dlm keadaan normal, anak-anak yg makan banyak sekali gula-gula dalam keadaan perut kosong, menyebabkan sindroma seperti shakiness (WH: sulit diam, selalu bergerak), gelisah, terlalu bersemangat, dan sulit konsentrasi akibat tubuh memproduksi hormon adrenalin dlm jumlah sangat banyak. (NYT/NOW/Harry Suryadi)

Dlm berbagai penelitian terungkap adanya hubungan antara pengeroposan tulang (osteoporosis) dg pola makan banyak gula sejak usia muda. Gula bisa mengganggu keseimbangan mineral dlm tubuh, tak terkecuali fosfor dan kalsium, yg merupakan komponen penting tulang.

Penyakit lain akibat tingginya konsumsi gula, di antaranya asma, batu empedu, Candida albicans (jamur yg tumbuh berlebihan dlm tubuh), sariawan, penyakit pankreas (cystic fibrosis), penyakit kulit (dermatitis dan psoriasis), serta kanker.

Agar gula tak jadi lawan bagi tubuh anak-anak, ada beberapa hal yg dapat dilakukan:
1. Jangan membiasakan anak mengonsumsi makanan-minuman manis. Usahakan ini dilakukan sedini mungkin sejak anak lahir.
2. Jangan dibiasakan membeli kudapan manis, spt permen, cokelat, es krim. Bukan berarti tak boleh sama sekali, tp orangtua hendaknya membatasi jumlah dan frekuensi mengonsumsinya.
3. Hidangkan makanan berserat yg tak kelewat manis sbg kudapan di rumah, spt pisang rebus, talas tebus, ubi rebus. (WH: Dg sedikit kreativitas, kudapan ini bisa disajikan lebih trendi agar sesuai minat anak-anak. Misalnya sbg bruschetta ubi: potong melintang 1 cm ubi kukus, beri topping sesukanya (a.l. cincangan udangan), taburi keju mozarella serut, kemudian dipanggang sebentar dlm oven sp keju meleleh.)
4. Hindarkan anak-anak dari makanan-minuman mengandung pemanis buatan.
5. Hindarkan anak-anak dari minuman ringan (soft drink).
6. Jangan biasakan anak-anak ngemil kudapan manis saat menonton TV atau video.
(Audrey Luize, dokter alumnus Universitas Airlangga Surabaya)

Sumber: Buku *Sehat Pangkal Cerdas*, Penerbit Kompas

ULASAN WIED HARRY:
Gula (sukrosa) – baik berupa gula pasir, gula kastor, gula batu, gula kubus, gula karamel (brown sugar), maupun gula merah (gula jawa, gula bali, dll), gula palem/gula semut – termasuk bahan makanan tidak bersahabat. Selain penjelasan di atas, gula jg bersifat adiktif (bikin ketagihan), sehingga kita sulit berhenti makan-minum manis atau akan nagih makanan-minuman manis di lain kesempatan. Demi kesehatan anak, kita wajib membatasi anak-anak mengonmsumsi gula sejak usia dini. Bahkan, tanpa asupan gula pun, sesungguhnya tubuh kita sudah bisa mendapatkan gula dari hasil penguraian asupan karbohidrat, protein, maupun lemak.

Namun langkah utama adalah merombak total pola makan keluarga. Jangan mengharapkan anak-anak akan mau membatasi asupan gula dan/atau makanan-minuman manis jika orangtuanya tidak memberikan teladan.

[Sedikit catatan penyemangat, dlm keluarga kami, belanja gula pasir 1 kg baru akan habis 1½ -2 bulan. Makin sering tamu datang, makin cepat stok gula habis. Kami sekeluarga, termasuk anak-anak kami, sangat kurang suka manis, karena hingga bayi sampai usia 2 tahun, mereka tidak pernah kami kenalkan pada gula-garam. Selama masa itu, rasa manis sepenuhnya mereka dapat dari bahan makanan yg memiliki rasa manis alami, spt beragam jenis buah-buahan (mangga, jeruk, pepaya, dll), serta sayuran tertentu spt wortel, bit. Sekarang, jika menerima jatah permen yg tak bisa mereka tolak –misalnya pd perayaan ultah teman– si bungsu (masih kelas 3 SD) hanya akan mengulumnya sebentar, kemudian akan segera membuangnya, sambil berseru sebel “huhhh manisss banget sih!”.

sweets

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s