ANAK HIPERAKTIF

Hiperaktivitas termasuk salah satu bentuk gangguan pemusatan perhatian – dg ataupun tanpa hiperaktivitas, yg dlm bhs Inggris disebut attention deficit with or without hyperactivity disorder (ADHD). Gangguan pemusatan perhatian & hiperaktivitas mencakup 3 aspek: gangguan sulit memusatkan perhatian, hiperaktivitas, impulsivitas. Bisa saja seorang anak hanya mengalami gangguan pemusatan perhatian, bisa jg gabungan dr 2 atau 3 gangguan tsb. 

Anak yg mengalami gangguan pemusatan perhatian saja umumnya menampakkan gejala: ceroboh, sulit berkonsentrasi (misalnya tidak mendengarkan ketika diajak bicara), gagal menyelesaikan tugas, sulit mengatur aktivitas, menghindari tugas yg memerlukan pemikiran, sering kehilangan barang-barang pribadi, perhatiannya mudah teralihkan, dan/atau pelupa.

Hiperaktivitas pd anak ditandai dg terus-menerus bergerak, memainkan jari-jari tangan atau kaki ketika duduk diam dlm waktu lama, berlarian atau memanjat secara berlebihan tanpa menghiraukan tempat & situasi, dan/atau berbicara berlebihan. Gejala hiperaktivitas pd anak sering disalahartikan oleh ortu & guru sbg ciri-ciri anak nakal.

Impulsivitas biasanya muncul berupa perilaku yg langsung menjawab pertanyaan sebelum sebuah pertanyaan selesai diajukan, sulit menunggu giliran, senang memotong pembicaraan orang lain, dan/atau gemar mengganggu orang lain. Sama dg si hiperaktif, si impulsif jg sering dicap sbg pemberang, krn terkesan tidak penurut & suka memotong pembicaraan.

HIPERAKTIVITAS ANAK vs MAKANAN
ADHD bukanlah suatu penyakit, tp sekumpulan gejala. Krn itu, menangani anak hiperaktif dg cara yg sama, tidaklah tepat. Hrs dicari dulu akar penyebabnya. Hiperaktivitas bisa muncul krn infeksi bakteri, cacingan, keracunan logam berat dan/atau logam berbahaya (spt timbal Pb, air raksa Hg, tembaga Cu), gangguan metabolisme, gangguan kelenjar endokrin, diabetes, atau gangguan pd otak.

Faktor lain pemicu hiperaktivitas dan yg memperparah hiperaktivitas adalah ketika ibu hamil atau anak-anak masih bayi/balita banyak mengonsumsi makanan-minuman bergula, berkafein (kopi, teh pekat, cokelat), mengandung food additives sintetis (pewarna, pelembut, pengembang, pengawet, pemanis, dll) serta MSG, gluten (semua bahan makanan dari tepung terigu, spt cake, kue, biskuit, dll), kasein (dlm susu & hasil olahannya, spt susu formula, keju, es krim, puding susu, dll). Defisiensi nutrisi tertentu jg menjadi pencetus & memperparah hiperaktivitas anak, di antaranya zat besi, magnesium, seng, dimetil glisin (DMG), lemak omega-3.

Sumber: Buku *GOOD MOOD FOOD* oleh Wied Harry Apriadji, Penerbit: Gramedia Pustaka Utama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s