Makan Campur Aduk

Wied Harry Apriadji:

Kebiasaan kita selama ini adalah makan campur aduk, menikmati secara bersamaan nasi + lauk pauk protein hewani maupun nabati + sayuran [+ buah], secara terus-menerus pagi-siang-malam.

Dalam pola makan sehat alami Food Combining, kita diajarkan makan nasi (atau sumber lain karbohidrat) terpisah dari lauk-pauk terutama yang hewani (sumber protein). Sebaiknya hidangan karbohidrat atau hidangan protein dikombinasikan dengan sayur-sayuran. Selain itu, buah dimakan tersendiri, tidak bersamaan dengan makanan apa pun lainnya.

Ternyata pada tahun 1924, Prof. Arnold Ehret juga menuliskan pendapat sama, dalam bukunya *The Muscusless Diet Healing System* – terjemahannya *Sistem Penyembuhan dengan Diet Tanpa Mukus* diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Namun harap sabar membaca buku ini dan memahaminya. Mutu terjemahannya, dan juga editingnya -menurut saya- kurang bagus. Berikut kutipan dari halaman 61:

“… Satu kebenaran tentang kondisi darah manusia yang ditemukan oleh dokter adalah bahwa KEASAMAN MERUPAKAN TANDA PENYAKIT. Tidaklah mengherankan bahwa hal ini telah terjadi pada pemakan campuran, ketika orang ini setiap hari memenuhi perut dengan DAGING, ZAT TEPUNG [WIED HARRY: KARBOHIDRAT], MAKANAN MANIS, BUAH-BUAHAN DAN SEBAGAINYA PADA SAAT BERSAMAAN.

Buatlah pengujian pribadi bila Anda tidak sepenuhnya yakin. Makanlah menu biasa, dan satu jam setelah makan, muntahkanlah dari perut Anda maka Anda akan melihat campuran asam yang berfermentasi dari bau yang luar biasa, mengingatkan Anda akan tempat sampah, dan ketika diberikan kepada babi dapat menyebabkan hewan ini perlahan-lahan menjadi sakit.

Atau, bila Anda tidak ingin bertindak heroik, coba ikuti percobaan berikut: Kali berikutnya Anda makan malam pada hari Minggu, sajikan menu hidangan kepada seorang teman khayalan. Kosongkan porsinya ke dalam sebuah panci masak dengan kuantitas yang sama dengan yang Anda makan dan minum. Aduk hingga tercampur. Lalu, masaklah di atas kompor dengan panas sesuai suhu dalam jaringan (sekitar 36,9 oC) tak lebih dari 30 menit. Letakkan tutup di atas panci dan biarkan semalam. Ketika Anda mengangkat tutup di pagi hari, ada kejutan menanti Anda. …”

ULASAN WIED HARRY:
Bagus juga jika Anda mau melakukan percobaan yang disarankan Prof. Ehret. Dan, nantikan kejutannya!

Kira-kira sekacau itu jugalah menu makan pagi/siang/malam yang kita makan secara bersamaan sebagaimana kebiasaan kita selama ini. Artinya, sangat sedikit nutrisi yang terserap, dan lebih banyak yang akhirnya “membusuk” menjadi sampah dan zat toksin pencetus berbagai gangguan kesehatan.

Image

Advertisements

MATAHARI SIANG JUSTRU LEBIH SEHAT

Dikutip sesuai aslinya dari buku SEHAT SEJATI YANG KODRATI – Dr. Tan Shot Yen, M.Hum., hal. 71-72

Sebagai up date pengetahuan terbaru, menghindari sengatan panas tengah hari ternyata justru meningkatkan kanker julit ganas (cutaneous malignant melanoma). Dr. William Grant sebagai pakar vitamin D menjelaskan bahwa dari kajian di Inggris, Norwegia, dan Amerika Serikat, waktu optimal untuk mendapatkan produksi vitamin D justru sedekat mungkin dengan tengah hari (antara jam 10 pagi hingga 2 siang).

Yang kita butuhkan sebenarnya dari sinar matahari adalah ultraviolet B sebagai produsen vitamin B. Pada saat matahari masih dekat dengan horison (pagi hari, belum mencapai puncak kepala) ultraviolet B (daya radiasi 290-315 nanometer) masih sangat sedikit, sebaliknya ultraviolet A sedang “kecang-kencangnya” (daya radiasi 320-400 nanometer dan berhubungan erat dengan kanker kulit karena daya tembusnya lebih tinggi).

Dengan terik tengah hari dan rasa panas, maka sebenarnya kita tidak butuh waktu lama untuk berjemur. Buat apa menghabiskan waktu 1 jam dari pukul 7 hingga 8 pagi jika yang kita peroleh malah lebih banyak ultraviolet A yang merusak, sedangkan cukup butuh 15 menit sekitar jam 10-10.15 sekaligus menikmati ultraviolet B untuk mendapatkan vitamin D? Bagi yang berkulit gelap, dibutuhkan lebih lama tentunya, karena semakin banyak pigmen kulit yang kita miliki, semakin sedikit daya tembus ultraviolet ke dalam kulit kita. Bukankah pigmen kulit adalah pelindung kanker alami?

Robyn Lucas, seorang pakar epidemiologi di Australian National University, sangat setuju dengan temuan ini. *Bahkan ditambahkan oleh Dr. Grant, anjuran menghindari matahari siang plus menggunakan tabir surya malah menjerumuskan orang terkena kanker kulit.* Masalahnya, orang-orang yang menganjurkan nasihat tersebut tidak memperhitungkan daya radiasi ultraviolet sebagai penyebab kanker! Kita membutuhkan sekitar 2.000 IU hingga 4.000 IU vitamin D per harinya untuk dapat mencegah kanker kulit hingga 50%. Kebanyakan orang hanya mendapat 250-300 IU per hari dari makanannya saja. 

ULASAN WIED HARRY:
Jika matahari sekitar tengah hari justru lebih sehat bagi tubuh kita, kini saatnya kita mengubah pola pikir yang sudah terpatri. Mari menikmati jalan tertimpa sinar matahati ke tempat parkir atau sengaja menyapu halaman pada pukul 10 pagi. 

Untuk meningkatkan asupan vitamin D bagi tubuh, hadirkan selalu beragam jenis bahan makanan kaya vitamin D dalam menu harian. Di antaranya kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai, taoco, saridele alias kedelai bubuk), hati ayam/sapi, ikan – terutama lele, kerang, telur, jamur, sayuran daun warna hijau gelap (brokoli, bayam, kangkung, sawi hijau, daun katuk, daun singkong, daun labu, dll), sayuran polong-polongan (buncis, kecipir, kacang panjang, kapri), polong-polongan (kacang merah, kacang hijau, kacang tolo, kacang jogo, dll).

Image

Efek Buruk Gluten

Tepung terigu, bahan utama roti & mie, mengandung gluten, jenis protein sulit cerna. Di dalam sistem cerna kita, gluten yg menyerupai lem ini akan lengket ke dinding usus.

Reaksi negatif gluten bisa muncul berupa gejala ringan seperti rasa tidak nyaman di perut, kembung, pilek hingga gejala berat seperti perubahan suasana hati, sakit kepala, migraine, nyeri otot atau sendi, eksim, asma, sindrom iritasi usus. Bisa jg memunculkan gangguan pencernaan serius spt celliac sprue, yakni kerusakan permukaan halus dinding usus yg mengakibatkan ketdkmampuan dinding usus menyerap nutrisi.

(Penjelasan selengkapnya bisa dibaca dalam buku Pencernaan Sebagai Kunci Hidup Sehat terbitan BIP Jakarta, terjemahan dari buku berjudul Gut Wisdom, karya Alice M. Sorokie).

Jika menurut anda “para pemakan mie & roti baik2 saja” patut dipertanyakan baiknya seperti apa. Bisa saja secara fisik tampaknya baik2 saja, belum tentu kondisi kesehatannya demikian. Selain gejala2 “ringan” yg saya sebutkan di atas, banyak lendir dalam hidung & kerongkongan sdh menjadi indikasi tubuh kelebihan asupan gluten.

Makan Mie Cepat Gemuk?

Mie terbuat dari tepung terigu mengandung gluten. Di dalam tubuh kita, makanan utama bergluten akan sulit dicerna. System cerna memerlukan waktu sedikitnya 3 – 4 kali siklus metabolisme (3- 4 x 24 jam) untuk mencerna terigu dan membuang sampah terigu. Jika kita makan mie dalam porsi besar, apalagi sering, maka banyak terigu yang tidak tercerna.

Nah, sampah terigu dalam saluran pencernaan yang tidak tercerna ini akan menjadi zat toksin. Tubuh kita sudah diciptakan sempurna oleh Tuhan. Jika banyak zat toksin dalam tubuh kita melampaui batas toleransi tubuh, maka tubuh secara otomatis membentuk lemak, guna mengikat zat-zat toksin tersebut agar tidak mengganggu fungsi organ dan system metabolisme. Akibatnya, makin banyak timbunan lemak tubuh, sehingga berat badan pun meningkat.

Makan mie boleh. Asalkan:

[1]  mie tidak dimakan dalam porsi berlebihan

[2]  mie dinikmati bersama sayur-sayuran dalam jumlah lebih banyak – minimal sama banyak – dengan porsi mie

[3] mie dinikmati bersama pelengkap alami seperti sambal cabai segar buatan sendiri dan/atau acar mentimun/wortel/bawang merah dengan campuran air jeruk nipis/lemon atau cuka alami

[4] mie dinikmati tidak lebih dari seminggu 1 kali.

Image

Pencernaan

Dikutip sama persis dari buku THE PH MIRACLE: SEIMBANGKAN ASAM-BASA TUBUH ANDA DAN RAIH KESEHATAN OPTIMAL, Robert O. Young, Ph.D., D.Sc. dan Shelley Redford Young, L.M.T., Penerbit Qanita. [Penekanan pd penulisan kalimat sesuai aslinya.]

“… Pencernaan sesungguhnya memiliki 3 bagian kunci, dan semuanya hrs bekerja dgn baik untuk menjaga kesehatan yg baik. Namun, masalah sangat umum terjadi pd masing2 bagian tsb. PERTAMA, TERDAPAT MASALAH *PENCERNAAN*, dimulai dr mulut dan berlanjut ke perut dan usus halus. KEDUA, TERDAPAT PENYERAPAN YG MENURUN DLM *USUS HALUS*. KETIGA, TERDAPAT MASALAH KONSTIPASI DI *USUS BESAR*, yg dpt muncul sbg diare, pergerakan usus besar yg jarang, pengerasan feses (tinja), kembung, atau gas berbau busuk.

Berikut ini adalah tur singkat dlm saluran pencernaan Anda untuk membantu Anda memahami bagaimana gangguan2 tsb saling terkait dan tumpang-tindih. PENCERNAAN SESUNGGUHNYA DIMULAI DARI SAAT ANDA *MENGUNYAH* MAKANAN. Selain merobek dan menggiling dg gigi Anda, saliva (WH: air ludah) mulai menghancurkan makanan. Setelah makanan sp di lambung, asam lambung (substansi yg memiliki kekuatan besar) lebih lanjut menghancurkan makanan hingga menjadi bagian2nya. Dari sana, makanan yg telah dicerna berlanjut ke usus besar untuk sebuah perjalanan panjang dan berliku (manusia memiliki usus halus hingga 8 1/4 m), Selama perjalanan tsb, nutrisi akan diserap untuk digunakan oleh tubuh. Perhentian selanjutnya dan yg terakhir adalah kolon (usus besar). Di sini, air dan beberapa mineral akan diserap. Kemudian, apa pun yg tidak diserap oleh tubuh Anda akan dibuang.

Ini adalah sistem yg rapi dan efisien jika semuanya berfungsi dg baik. Sistem ini bahkan sangat tangguh. Namun, KITA SERING KALI MEMILIKI KEBIASAAN UNTUK *MEMBEBANI* SISTEM PENCERNAAN KITA DG MAKANAN YG BERMUTU RENDAH, hampir tidak memiliki nutrisi – belum lg stres yg kita alami – hingga ke tingkatan yg dialami sebagian besar penduduk AS, pencernaan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan, itu sebelum Anda memperhitungkan faktor pertumbuhan mikroba berlebih dan lingkungan yg asam! … “

ULASAN WIED HARRY:
Untuk mulai makan sehat, bisa dimulai dari inti tulisan di atas:
[1] Utamakan makanan bergizi alami, bukan gizi sintetis – yg ditambahkan ke dlm (produk) makanan.
[2] Kunyah setiap suapan makanan dg seksama.

Image

Mari Makan Lebih Banyak Makanan Mentah

Tulisan di bawah ini **sepenuhnya** dikutip dr buku THE MICROBES FACTOR: MUKJIZAT MIKROBA-nya DR. HIROMI SHINYA hal. 163-165, Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

“Ilmu kedokteran dan gizi masa kini belum punya pemahaman yg lengkap atas kerja enzim yg terlibat dlm inti kegiatan hidup. Boleh jadi lebih tepat mengatakan bahwa ilmu kedokteran dan gizi masa kini tidak tertarik kpd enzim. Jadi, teori2 perawatan kesehatan yg ada sekarang itu jauh dr kenyataan kehidupan se-hari2.

Pd kedokteran modern, penanganan kanker dilakukan dg obat2an antikanker. Spt mungkin Anda ketahui ketika obat2an antikanker digunakan, seringkali pasien kanker jadi menderita efek samping berat spt mual, kehilangan selera makan, rambut rontok, dan diare. Alasan terjadinya efek samping itu adalah krn obat antikanker merupakan racun mematikan, yg tak hanya merusak sel kanker tp jg sel biasa. Ketika sel2 normal rusak akibat racun maut itu, DIPERLUKAN BANYAK ENZIM UNTUK MEMPERBAIKI SEL2 RUSAK. Enzim yg sudah terkumpul di tubuh sbg enzim ajaib jadi terkuras, menyebabkan kekurangan enzim di seluruh tubuh. Kekurangan enzim akan menyebabkan ke kondisi fisik yg lemah, ditambah efek samping parah.

Kerusakan spt itu tak hanya disebabkan obat antikanker. Semua obat menghambat kegiatan enzim. Sehrsnya kita menyadari bahwa menggunakan obat untuk meredakan gejala itu melemahkan daya hidup. Dg minum obat flu, boleh jadi Anda terbebas dr sebagian gejala flu, tp kekuatan kekebalan Anda akan pelan2 melemah dan Anda akan jadi rawan terkena penyakit. Saya sendiri sadar akan masalah yg disebabkan obat, dan mencoba menghindari penggunaan obat sebisanya. Contohnya, kalau pun diperlukan operasi untuk menangani kanker, saya jarang memberi obat antikanker sesudah sel2 kanker diangkat. Sebaliknya saya menyuruh pasien mengubah gaya hidup.

Saya terutama menyarankan menjalankan Biozim Shinya, yg saya jelaskan di bab ini. Makanan yg kita makan se-hari2 menjadi sel2 dlm tubuh kita. POLA MAKAN YG BAIK, YG MELENGKAPI ENZIM AJAIB KITA, AKAN MEMPERBAIKI KEADAAN USUS DAN MENGHASILKAN PENYEMBUHAN YG MANTAP SESUDAH OPERASI. Tentu saja, agar bisa hidup bebas kanker dan penyakit lain, lebih baik mulai praktekkan Biozim Shinya ketika masih sehat. [Wied Harry: KUNCI BIOZIM SHINYA: 85% MAKANAN NABATI + 15% MAKANAN HEWANI].

Pikirkan simpanse di alam bebas, yg seringkali berumur panjang melebihi harapan hidup normalnya. Apa dasar kesehatan mereka yg baik? Satu penyebabnya diduga MAKANAN MENTAH yg dikonsumsi simpanse. KONSUMSI HARIAN TUMBUHAN MENTAH BERARTI MEMASOK ENZIM, yg menjadi sumber daya hidup. Dg menambah kehidupan pd makanan, kita memelihara kehidupan kita sendiri.
Kita perlu berhenti makan makanan mati. Maafkan saya krn meng-ulang2, tp itu perkara penting yg kurang diperhatikan oleh ilmu gizi dan kedokteran tradisional di AS. Dapatkah kita menjadi sehat dg makan cukup kalori dan gizi sebagaimana disarankan piramida makanan? Jika memang benar demikian, maka mengapa ada krisis kesehatan dan kegemukan di AS? Saya pikir ada baiknya merenungkan persoalan ini.”

ULASAN WIED HARRY:
Hidup dan mati ada di tangan Tuhan, tp sakit dan sehat ada di tangan kita masing2. Nah yukkk kita terus berusaha sehat dan menjadi semakin sehat …

Image

Terseret Industri Pangan

Mestinya industri pangan membantu kita mendapatkan makanan darurat – yg terpaksa kita konsumsi lantaran keterpaksaan. Namun faktanya, pangan industri (makanan-minuman-bumbu kalengan/kemasan/botolan/instan/sejenisnya) justru mendominasi pola makan kita sehari-hari. 
Dikutip dari buku Sehat Sejati Yang Kodrati, Dr. Tan Shot Yen, M.Hum, Penerbit Dian Rakyat
“… Ketika teknologi industri, transportasi, dan informasi berjalan di atas jalur supercepat, imbas ke dunia pangan pun muncul. Istilah kepraktisan mengonsumsi makanan dan kecepatan saji menjadi prioritas. …
Pilihan jenis karbohidrat misalnya, pada usia tumbuh kembang dan remaja, tidak mungkin sama dg usia dewasa apalagi usia lanjut. Tapi yg terjadi di Indonesia: bila anak SD makan nasi 5 sendok, maka ayahnya atau kakeknya harus makan 3 kali lebih banyak dari 5 sendok. Asumsinya adalah tubuh ayah dan kakek lebih besar, jadi butuh ‘lebih banyak nasi’. Padahal kakek dan ayah sudah berada di usia ketika penyakit degeneratif mulai menampakkan diri dan risiko penuaan dini muncul.
Formulasi tentang sumber karbohidrat dan pendayagunaannya misalnya, sudah lama mengalami stagnasi. Pengetahuan tentang nilai kualitatif suatu karbohidrat saja baru dimulai tahun 1981 yang merupakan awal mengenai penelitian tentang indeks glikemik. Sedangkan penelitian kualitatif protein sudah dikerjakan sejak tahun 1919 dan lemak pada tahun 1932. 
Publik dan bahkan para pakar sudah begitu lama terfokus pada hukum piramida makanan yg ‘tak tergoyahkan’. Ada keengganan untuk merevisi kembali pandangan kualitatif tentang ‘sumber karbohidrat’ yg sesuai untuk berbagai fase kehidupan manusia. Sekalipun dari banyak penelitian terakhir menjelaskan bahwa karbohidrat terbaik yg layak diasup manusia perlu memenuhi 5 kriteria: rendah indeks glikemik, tinggi serat, kaya antioksidan, bersifat alkalis, dan masih potensial dg enzim. Tak jarang produsen memanfaatkan klaim dari institusi kesehatan sbg patokan bagi standar kesehatan yg akhirnya jadi sumber kerusakan fatal yg berlangsung dari generasi ke generasi.
Miskinnya pengetahuan dan sumber yg dapat dipercaya membuat masyarakat pun terperosok dlm masalah yg lebih besar lg. Salah satu contoh yg paling populer adalah istilah produk gandum. Jargon ini bermula dari dunia Barat yg sudah meninggalkan produk refinasi (refined foods). Namun ternyata tidak sepenuhnya demikian. Pada kenyataannya, roti gandum hanya sekadar nama. Roti gandum yg ada di pasaran 80 persen masih mempunya campuran tepung putih yg sudah diracik dg ‘bahan roti’ – mulai dari pengembang, pelembut, dan penguat rasa. Gandum/whole grains sudah kehilangan maknanya begitu masuk mesin olah lalu loyang bermargarin menjadi biskuit atau dikunyah dg teh manis.
Jika asupan bayi akhirnya perlu dikembalikan ke kodratnya -ASI, maka barangkali fenomena itu merupakan teguran untuk berjuang kembali ke makanan asli- kalau masih mau sehat dg cara kodrati.”

ULASAN WIED HARRY:
Saatnya untuk merontokkan keyakinan bahwa porsi makan nasi para ortu harus sekian kali lipat anak2. Jika mau melipatgandakan, mestinya adalah porsi karbo yg memenuhi 5 kriteria spt yg disebutkan penulis, yakni [1] rendah indeks glikemik, [2] tinggi serat, [3] kaya antioksidan, [4] bersifat alkalis, dan [5] masih potensial dg enzim. Nah, karbo yg memenuhi kriteria tsb hanya satu, yakni SAYURAN SEGAR MENTAH. Mestinya termasuk kelapa muda dan avokad. 

Putuskan apa yg terbaik bagi diri sendiri. Artinya, Anda bisa kompromi – tentu dg manfaat sehat berbeda. Pertama, mau sepenuhnya meninggalkan nasi maupun karbo lainnya (roti, mi, bihun, dll), untuk segera berganti menjadi pelaku raw food, mengutamakan makanan nabati mentah, terutama sayur-sayuran segar mentah dan buah-buahan segar. Kedua, tetap mengonsumsi nasi terbatas -harus nasi merah atau nasi hitam alami kaya serat- dan mengonsumsi sayur-sayuran segar mentah sebanyak mungkin. Utamakan makanan alami dan segar, pelahan-lahan tinggalkan makanan-minuman-bumbu pabrikan/industri. 

Pilihan sepenuhnya ada di tangan kita.

Image

Bengkak

Dikutip sesuai aslinya dari buku *Clean: Program Revolusioner Mengembalikan Kemampuan-Alami Tubuh untuk Menyembuhkan Diri*, oleh Alejandro Junger, MD, Penerbit Qanita. [Penulisan PENEKANAN MAKNA TULISAN sesuai aslinya.]

“… Sebagian besar metode pengobatan Timur menganggap MUKUS SEBAGAI SAMPAH TOKSIK dlm tubuh kita. Teori ini sangat berbeda dg yg diyakini oleh kedokteran Barat ketika kami hrs menangani flu (hidung meler). Ketika pertama kali saya mendengar penjelasan dokter asal Cina mengenai mukus, saya hampir menganggapnya sedang bergurau, … Saya pun bertanya, “Di mana mukus ini berada?” Dr. William So, seorang ahli akupunktr Korea dari beberapa generasi penyembuh yg telah mengajarkan kpd saya berbagai ilmu pengobatan Cina, menjawab dg tenang, “Di mana-mana. Dia dlm sel, di sekeliling sel, dlm darah, dlm saluran pencernaan. Bahkan dlm pikiran Anda.”
Tradisi Ayurveda India menyatakan bahwa zat yg padat dan toksik ini terakumulasi dlm *amma* tubuh dan sulit dibedakan apakah sumbernya fisik atau mental. Mereka menyatakan bahwa semua PEMICU STRES PADA SISTEM -DARI MAKANAN TOKSIK HINGGA PIKIRAN TOKSIK- BERPOTENSI MENCIPTAKAN MUKUS DLM TUBUH, YG MERUPAKAN TAHAP PERTAMA DARI TIMBULNYA PENYAKIT. Ketika Anda dilatih untuk melihat mukus, Anda dpt mendeteksi keberadaannya dg segera. TANDA KLINIS MUKUS ADALAH YG SAYA SEBUT SBG BENGKAK (PUFFINESS). Ini merupakan gejala yg dlm kedokteran Barat bahkan tidak mendapat nama dan sering kali diabaikan, bahkan ketika kita sedang memandang tepat ke arahnya. (Inilah salah satu keterbatasan dlm kedokteran Barat: apabila suatu kondisi tidak memiliki nama, dokter tidak merasa perlu untuk memeriksanya.)

Tetapi, lihatlah ke sekitar Anda, dan Anda akan mendapatkan bukti bahwa hampir setiap orang yg hidup di dunia modern “BENGKAK” dlm berbagai arti:
*KULITNYA KELIHATAN KENDUR, tidak kencang dan tampak berkerut. Ada banyak lingkaran hitam di bawah mata ketika bangun tidur.

*BEBERAPA BAGIAN TUBUH TAMPAK BENGKAK. Selain itu, terkadang ada beberapa kilogram berat badan yg sulit dihilangkan, bahkan ketika orang tsb memperhatikan asupan kalorinya dan rajin berolahraga. Pakaian yg dikenakan tampak sempit, atau BAGIAN PERUTNYA KELIHATAN BUNCIT, bahkan pd orang yg kurus. Sering kali bagian perut tampak besar. Gerakan perut terhambat dan terjadi KONSTIPASI (Wied Harry: sembelit, sulit buang air besar).

*Di pagi hari, DI BAGIAN BELAKANG LIDAH TAMPAK LAPISAN PUTIH. Jika Anda mengalaminya, hilangkan dg alat pengerik lidah. (Jika warna putihnya tampak sangat jelas, ini mengindikasikan bahwa Anda makan dan minum di larut malam ketika sistem pencernaan seharusnya beristirahat.)

*Beberapa sistem tubuh tampak lebam atau bengkak, yg terkadang muncul saat seseorang KURANG BAHAGIA ATAU TIDAK MERASA DAMAI.
Mukus merupakan pertahanan alami terhadap iritasi. .. 
Terlalu banyak mengonsumsi makanan yg tidak menyehatkan atau menghirup toksin lain dari lingkungan dapat menyebabkan iritasi. Tetapi sering kali, iritasi terjadi di tempat yg tidak dpt kita lihat langsung. TOKSIN MENGIRITASI DINDING USUS YG SENSITIF. Ketika sel2 dlm organ tsb mengalami iritasi, sel2 usus berusaha tetap bertahan dg menciptakan pelindung berupa mukus yg lengket untuk memisahkan diri dari partikel toksik. Ini menjadi AWAL DARI SEMBELIT, yg diperburuk oleh penurunan populasi bakteri baik dlm usus.
Selanjutnya, iritan akan berjalan sepanjang lapisan usus dan menembus pembuluh darah di sisi lain, kemudian menyebabkan iritasi di tempat tsb. KETIKA TOKSIN BERSIRKULASI DLM DARAH, MEREKA MEMICU IRITASI DI TEMPAT2 YG MEREKA SINGGAHI, dan terciptalah mukus2 lain di dlm dan di sekitar sel2 otot dan jaringan. MUKUS BERSIFAT ASAM, shg ia meningkatkan keasaman dlm tubuh. Dan krn SIFAT MUKUS MIRIP SPONS, YAKNI MENYERAP AIR, mukus membuat sel menjadi bengkak dan akhirnya “membengkakkan” Anda – Anda akan tampak lebih gemuk dan tidak sehat.

ULASAN WIED HARRY:
Bagaimana cara menghilangkan mukus, agar tubuh tidak lagi “bengkak” dan menjadi lebih sehat? Alejandro Junger, MD, memberikan saran “JIKA ANDA TIDAK MAKAN BERLEBIHAN, MENGONSUMSI BANYAK NUTRISI YG DAPAT MENINGKATKAN DETOKSIFIKASI, DAN MULAI BEROLAHRAGA, ANDA AKAN ‘MENYUSUT’.” 
Penting untuk melupakan makanan2 yg membanjiri tubuh dg zat2 toksin, spt makanan-minuman-bumbu awetan/kemasan/kalengan/botolan/instan/sejenisnya, produk MSG (vetsin, “kaldu” blok/bubuk/cair/gel) – termasuk bumbu2 industri ber-MSG tinggi spt saus tiram, semua makanan mengandung bahan tambahan sintetis (pengembang, pelembut, pewarna, dll), protein-lemak berlebihan, gula dan semua makanan-minuman bergula tinggi, semua jenis produk susu (susu kalengan/kemasan, keju, dll). Utamakan mengonsumsi buah2an segar dan sayur2an segar mentah sbg makanan dominan menu harian.